FILM, Angsoduo.net – 18 Again adalah drama Korea yang diadaptasi dari film Hollywood 17 Again, tetapi dengan pendekatan yang jauh lebih emosional dan keluarga-sentris.
Drama ini dibintangi oleh Yoon Sang-hyun sebagai Hong Dae Young versi dewasa, Lee Do-hyun sebagai versi 18 tahunnya, dan Kim Ha-neul sebagai Jung Da Jung, istrinya.
Premisnya sederhana tapi kuat:
Seorang pria paruh baya yang hidupnya terasa gagal tiba-tiba kembali ke tubuhnya saat usia 18 tahun — dengan ingatan dan kesadaran sebagai orang dewasa.
Dan dari situ… semuanya berubah.
Kesan Pertama: Hangat Tapi Mengiris
Awalnya terasa seperti drama komedi ringan. Seorang ayah tiba-tiba kembali muda, masuk sekolah lagi, dan berinteraksi dengan anak-anaknya tanpa mereka tahu siapa dia sebenarnya.
Tapi semakin jauh menonton, saya sadar… ini bukan sekadar cerita “ajaib”.
Ini tentang penyesalan yang selama ini dipendam.
Hong Dae Young adalah potret pria yang merasa hidupnya berhenti di masa lalu. Ia dulu atlet basket berbakat. Ia punya masa depan cerah. Tapi keputusan menikah muda membuatnya meninggalkan mimpinya.
Dan bertahun-tahun kemudian, ia merasa menyalahkan takdir. Bahkan tanpa sadar, ia menyalahkan keluarganya.
Ketika Menjadi Muda Lagi Tidak Otomatis Bahagia
Banyak orang mungkin berpikir:
“Kalau bisa kembali muda, pasti semuanya akan lebih baik.”
Tapi drama ini menunjukkan hal berbeda.
Dae Young kembali ke usia 18 tahun, tapi masalahnya tidak hilang. Ia justru melihat hidup dari sudut pandang yang tidak pernah ia pahami sebelumnya — sebagai ayah.
Ia melihat anak perempuannya dibully.
Ia melihat anak laki-lakinya merasa minder.
Ia melihat istrinya berjuang sendirian di dunia kerja.
Dan untuk pertama kalinya… ia sadar betapa egoisnya dirinya selama ini.
Hubungan Suami Istri yang Retak Perlahan
Salah satu aspek paling kuat dari 18 Again adalah penggambaran hubungan pernikahan yang realistis.
Jung Da Jung bukan istri yang lemah. Ia tangguh, pekerja keras, dan berusaha mengejar mimpinya menjadi penyiar berita. Tapi ia lelah. Ia merasa sendirian dalam pernikahannya.
Dae Young terlalu sibuk dengan rasa kecewa pada hidupnya sendiri hingga lupa bahwa istrinya juga punya beban.
Drama ini dengan halus menunjukkan bagaimana pernikahan bisa retak bukan karena satu kesalahan besar, tapi karena akumulasi kekecewaan kecil yang tak pernah dibicarakan.
Lee Do Hyun: Penampilan yang Mencuri Perhatian
Performa Lee Do-hyun sebagai versi muda Dae Young benar-benar mencuri perhatian.
Ia berhasil memerankan remaja dengan jiwa pria dewasa tanpa terlihat aneh. Ekspresi matanya saat melihat anak-anaknya, cara ia menahan emosi saat istrinya hampir menyerah pada pernikahan mereka — semuanya terasa tulus.
Tidak heran banyak penonton yang akhirnya mengenal dan mengapresiasi bakatnya lewat drama ini.
Tema Besar: Penyesalan dan Kesempatan Kedua
Yang membuat drama ini berbeda adalah fokusnya pada keluarga.
Bukan sekadar romansa.
Bukan sekadar fantasi.
Tapi tentang kesempatan kedua untuk menjadi ayah yang lebih baik. Suami yang lebih pengertian. Manusia yang lebih dewasa.
Drama ini seolah berkata:
Kita tidak bisa mengubah masa lalu. Tapi kita bisa memperbaiki cara kita memperlakukan orang-orang hari ini.
Dan itu terasa sangat relevan.
Adegan yang Paling Membekas
Ada satu momen ketika Dae Young, dalam tubuh 18 tahun, melihat istrinya menangis diam-diam. Ia ingin memeluknya. Ia ingin berkata bahwa ia menyesal.
Tapi ia tidak bisa.
Karena dalam wujudnya sekarang, ia hanyalah “anak sekolah”.
Adegan itu sederhana. Tapi menyakitkan.
Di situ saya benar-benar merasakan pesan dramanya: sering kali kita menyadari nilai seseorang justru ketika hampir kehilangannya.
Kelemahan yang Ada
Meski sangat emosional, ada beberapa bagian yang terasa sedikit repetitif di tengah cerita. Konflik sekolah terkadang terasa lebih ringan dibanding konflik keluarga yang jauh lebih kuat.
Namun secara keseluruhan, alurnya tetap konsisten dan memuaskan hingga akhir.
Ending-nya pun terasa hangat. Tidak berlebihan. Tidak dipaksakan.
Apakah Layak Ditonton?
Kalau kamu suka:
Drama keluarga yang menyentuh
Kisah penyesalan dan kesempatan kedua
Hubungan orang tua dan anak yang realistis
Romansa dewasa yang tidak berlebihan
Maka 18 Again adalah pilihan yang sangat tepat.
Ini bukan drama yang penuh twist besar.
Ini drama yang pelan-pelan menyentuh hati.
Kesan Akhir
Kesan nonton 18 Again (2020) bagi saya adalah pengalaman yang hangat sekaligus reflektif.
Ia mengingatkan bahwa sering kali kita terlalu fokus pada mimpi yang gagal hingga lupa menghargai apa yang sudah kita miliki.
Kita ingin kembali ke masa lalu untuk memperbaiki segalanya.
Padahal mungkin yang perlu diperbaiki adalah cara kita melihat hari ini.
Dan mungkin… kesempatan kedua itu bukan tentang menjadi muda lagi.
Tapi tentang belajar menjadi dewasa dengan benar. (ndy)





