JAMBI. Angsoduo.net – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Jambi M Umar, hari ini Sabtu 14 Februari 2026, tinjau langsung proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA Titian Teras (SMA TT), Pijoan, Jambi Luar Kota, Muaro Jambi.
Plt Kadisdik Provinsi Jambi M Umar mengatakan, ia mengapresiasi Kepala SNA TT beserta seluruh jajaran guru dan panitia SPMB 2026/2027 yang sudah dan sedang melaksanakan proses seleksi penerimaan siswa baru. Berdasar informasi, ada banyak yang mendaftar ke SMA TT.
“Hari ini sedang proses cek kesehatan, ini akan dilaksanakan berkesinambungan sampai dengan tiga hari kedepan. Cek kesehatan cek Jaskes dan seterusnya,” jabar M Umar kepada media.
Kemudian, nanti akan dilaksanakan tes tertulis pakai sistem Computer Assisted Test (CAT).
“Mudah mudahan seluruh pendaftar itu bisa mengikuti kegiatan sampai dengan test CAT. Karena kelulusan itu murni ditentukan oleh hasil CAT dari calon siswa,” tambahnya.
Menurutnya, ada satu jalur khusus yang tesnya juga dilaksanakan khusus. Yakni, jalur tahfiz Quran.
“Jalur khusus tahfiz Quran ini untuk mengapresiasi para tahfiz yang ingin melanjutkan studi di SMA TT,” jelasnya.
Sementara, Kepala SMA TT Jambi Hendri Yulianto menambahkan, untuk jumlah penerimaan dan daya tampung SMA TT tahun ini sebanyak 288 murid, 150 siswa dan 138 siswi.
Untuk jalur masuk, disebutnya ada 4 jalur. Yaitu; jalur regular,
jalur tahfiz quran, jalur afirmasi (salah satu jalur penerimaan peserta didik baru yang dikhususkan bagi siswa dari keluarga ekonomi tidak mampu, penyandang disabilitas) dan jalur prestasi.
“Untuk jalur afirmasi 5 putra 5 putri jumlah 10, jalur prestasi 7 putra 7 putri jumlah 14, jalur tahfiz 7 putra 7 putri jumlah 14,” ungkap Kepala SMA TT kepada media.
Ditambahkannya, tahun ini ada perbedaan untuk masuk ke SMA TT. Untuk jalur tahfiz Quran tidak perlu mengikuti ujian CAT, langsung test tahfiz. Untuk testnya dari tanggal 1 Maret sampai 4 Maret 2026. Dan untuk 3 jalur yang lain melaksanakan cat.
“Untuk pelaksanaannya tes tahfiz akan menggunakan ustadz ustadz dari luar lingkungan sekolah,” tutupnya. (ndy)





