Edi Purwanto Bawa Anggaran Rp25 Miliar untuk Bangun Jalan 4,7 Km di Jambi

Edi Purwanto Bawa Anggaran Rp25 Miliar untuk Bangun Jalan 4,7 Km di Jambi
Edi Purwanto Bawa Anggaran Rp25 Miliar untuk Bangun Jalan 4,7 Km di Jambi. Foto: Ist

JAMBI, Angsoduo.net – Kabar baik datang bagi masyarakat Jambi. Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Jambi, Edi Purwanto, memastikan salah satu ruas jalan daerah yang selama ini menjadi perhatian masyarakat akan segera dibangun menggunakan konstruksi rigid beton.

Edi menyebut, pembangunan ruas jalan tersebut merupakan bagian dari dukungan anggaran melalui Inpres Jalan Daerah (IJD). Secara keseluruhan, Jambi mendapatkan alokasi IJD hampir Rp400 miliar pada tahun ini.

“Salah satu ruas yang akan kita bangun sebagaimana janji saya kepada para tokoh masyarakat, termasuk Pak Wabup, insya Allah tahun ini akan dibangun,” kata Edi.

Menurut Edi, proses tender pembangunan ditargetkan dapat dilakukan dalam waktu dekat. Ia berharap pekerjaan fisik sudah dapat dimulai paling lambat awal Oktober.

“Paling lambat awal Oktober sudah mulai pengerjaan,” ujarnya.

Untuk tahap awal, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar. Edi mengatakan, anggaran tersebut sudah tersedia dan tinggal menunggu proses pengerjaan.

“Memang baru Rp25 miliar kita anggarkan. Kami berharap mudah-mudahan ada keajaiban lagi bisa ditambah di tahun ini. Kami terus ikhtiar, tapi yang Rp25 miliar sudah clear, dananya sudah ada, tinggal proses pengerjaan,” jelasnya.

Ruas jalan yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 4,7 kilometer. Edi menjelaskan, konstruksi rigid beton dipilih dengan mempertimbangkan kondisi kendaraan yang melintas, khususnya truk pengangkut kelapa sawit dengan muatan yang cukup berat.

“Panjangnya 4,7 kilometer. Jadi 4,7 kilometer itu rigid beton. Karena kita lihat muatan truk sawit lumayan berat, bisa 14 sampai 15 ton,” ungkapnya.

Menurutnya, penggunaan rigid beton diharapkan membuat jalan memiliki daya tahan lebih panjang dibandingkan jika hanya menggunakan konstruksi aspal biasa.

“Kalau cuma diaspal biasa takutnya ketahanannya tidak lama. Tapi kalau rigid bisa puluhan tahun,” katanya.

Meski pembangunan mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat, Edi mengingatkan, ruas jalan tersebut merupakan jalan dengan kewenangan daerah. Karena itu, setelah pembangunan selesai, pemeliharaan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Ia meminta pemerintah daerah dan masyarakat bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun menggunakan anggaran negara tersebut.

“Ketika kita bangunkan ini kan jalan daerah, perawatannya nanti di daerah. Namanya APBN yang masuk di sini, karena kewenangannya bukan kewenangan kami, daerah nanti mohon dijaga perawatannya,” jelasnya.

Edi berharap pembangunan tersebut tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

“Untuk pengerjaan, insya Allah kita jamin bagus pekerjaannya,” pungkasnya. (ndy)

Pos terkait