MUARO JAMBI, Angsoduo.net — “Kok Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS) “Adem Ayem?” Pertanyaan bernada kecewa itu disampaikan warga yang terdampak aktivitas stockpile pasir di RT 03 Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi.
Untuk diketahui, berada di tengah kawasan permukiman, aktivitas stockpile pasir tersebut dikeluhkan warga karena menimbulkan debu dan getaran yang dirasakan masyarakat sekitar. Kondisi itu membuat warga mendesak Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi tidak sekadar melakukan pemeriksaan, tetapi segera mengambil langkah konkret.
Terlebih, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muaro Jambi telah turun ke lokasi. Namun warga mempertanyakan mengapa hingga kini belum terlihat tindak lanjut yang memberikan kepastian terhadap persoalan yang mereka hadapi.
“Kami mendesak Bupati BBS turun tangan langsung. DLH sudah turun, sudah melihat kondisi kami, tapi setelah itu tindak lanjutnya apa? Jangan sampai kami hanya didatangi, dicatat keluhannya, lalu persoalannya kembali diam. Kami butuh tindakan nyata,” tegas seorang warga yang tak mau namanya disebut di media.
Warga lainnya bahkan mempertanyakan apakah pemerintah harus menunggu keresahan masyarakat semakin besar baru mengambil sikap.
“Kok Bupati BBS adem ayem dengan persoalan yang kami hadapi? Kami tinggal di sini, kami yang merasakan debunya, kami yang merasakan getarannya. Kalau memang ada aturan yang harus ditegakkan, tegakkan. Kalau tidak ada pelanggaran, jelaskan hasil pemeriksaannya kepada masyarakat. Jangan biarkan kami terus menunggu,” ujarnya.
Bagi warga, turunnya DLH seharusnya menjadi awal dari penyelesaian, bukan akhir dari penanganan. Mereka meminta hasil pemeriksaan ditindaklanjuti secara terbuka dan pemerintah mengambil keputusan berdasarkan aturan yang berlaku.
Kini masyarakat menunggu keberanian Bupati BBS menunjukkan sikap. Apakah persoalan ini akan terus dibiarkan berlarut, atau kepala daerah akan benar-benar turun tangan menyelesaikan keresahan warga?
Sebab bagi masyarakat terdampak, debu dan getaran bukan sekadar keluhan di atas kertas. Mereka mengalaminya setiap hari di lingkungan tempat tinggal mereka sendiri.
Sementara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi sudah menegaskan bahwa izin dikeluarkan DLH Kabupaten Muaro Jambi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari DLH Muaro Jambi. (red)





