PTPN IV PalmCo Tingkatkan Sertifikasi Ahli K3, Siapkan Agen Budaya Aman di Lapangan

PTPN IV PalmCo Tingkatkan Sertifikasi Ahli K3, Siapkan Agen Budaya Aman di Lapangan
PTPN IV PalmCo Tingkatkan Sertifikasi Ahli K3, Siapkan Agen Budaya Aman di Lapangan. Foto: Istimewa

JAKARTA, Angsoduo.net – PTPN IV PalmCo menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di tengah karakter industri perkebunan yang dikenal memiliki tingkat risiko tinggi dan padat karya.

Sebagai subholding perkebunan dari PTPN III (Persero), perusahaan menempatkan aspek keselamatan kerja bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi sebagai budaya kerja berkelanjutan yang harus melekat dalam seluruh aktivitas operasional perusahaan.

Bacaan Lainnya

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan bahwa kepatuhan terhadap prosedur keselamatan merupakan prinsip dasar yang tidak bisa ditawar dalam industri perkebunan modern.

“K3 adalah hak dasar setiap pekerja. Di industri perkebunan ini, kepatuhan terhadap prosedur keselamatan adalah kewajiban mutlak dan bukan sekadar opsi tambahan,” ujar Jatmiko dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Penguatan sistem keselamatan kerja tersebut dilakukan bertepatan dengan momentum evaluasi Hari Buruh Internasional atau May Day 2026.

Menurut Jatmiko, dengan cakupan area konsesi yang mencapai sekitar 600 ribu hektare dan operasional puluhan pabrik kelapa sawit yang tersebar di 12 provinsi, mitigasi risiko harus menjadi bagian dari prosedur operasional standar harian perusahaan.

Hingga kuartal pertama tahun 2026, PTPN IV PalmCo mencatat capaian lebih dari 52 juta jam kerja aman.

Capaian tersebut merupakan hasil implementasi sistem manajemen K3 yang diterapkan secara terstandardisasi di seluruh unit operasional perusahaan.

Jatmiko menyebut kompleksitas pekerjaan di sektor perkebunan menjadi tantangan tersendiri, mulai dari aktivitas panen, operasional alat berat, hingga pemeliharaan mesin pabrik yang membutuhkan pengawasan ketat.

“Bagi kami di manajemen, May Day bukan hanya peringatan tahunan, melainkan momentum evaluasi sejauh mana kami telah melindungi rekan-rekan pekerja di lapangan. Prinsip utamanya tidak pernah berubah, pekerja berangkat dalam keadaan sehat, maka harus pulang ke keluarganya dalam keadaan selamat,” tegasnya.

Ia menambahkan, agenda besar perusahaan dalam mendukung hilirisasi industri sawit, ketahanan pangan, hingga energi nasional tidak akan berjalan optimal tanpa ekosistem kerja yang aman dan sehat.

Karena itu, budaya K3 ditempatkan sebagai fondasi utama dalam seluruh rantai bisnis perusahaan.

Sementara itu, Direktur Strategy & Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, menjelaskan perusahaan juga terus meningkatkan jumlah pekerja yang memiliki sertifikasi Ahli K3 (AK3), baik umum maupun spesifik.

Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan agen perubahan atau change agent budaya keselamatan kerja di setiap unit kebun dan pabrik.

“Kami memproyeksikan para pemegang sertifikat ini menjadi motor penggerak atau change agent budaya aman di masing-masing unit kebun dan pabrik,” ujar Ugun.

Menurutnya, efektivitas pengawasan keselamatan kerja tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga kesadaran mandiri para pekerja dalam menjalankan prosedur keselamatan secara konsisten.

Sebagai bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), perusahaan juga membangun kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat aspek keselamatan kerja.

Salah satunya melalui sinergi dengan PT PLN (Persero) untuk memberikan edukasi terkait keselamatan panen di area yang berdekatan dengan jaringan listrik tegangan menengah.

Kolaborasi tersebut dilakukan guna meminimalisasi risiko kecelakaan kerja di lapangan sekaligus memperkuat budaya keselamatan secara menyeluruh di lingkungan operasional perusahaan.

Melalui berbagai langkah tersebut, PTPN IV PalmCo menargetkan terciptanya sistem kerja perkebunan yang semakin aman, produktif, dan berkelanjutan di tengah tantangan industri sawit nasional yang terus berkembang. (ndy)

Pos terkait