Kisah Saudagar yang Ingin Miskin Tapi Malah Kaya

oleh -606 Dilihat
Foto Ilustrasi.
Foto Ilustrasi.

Kisah Saudagar yang Ingin Miskin Tapi Malah Kaya

Oleh : Ayah Guru*

Angsoduo.net – Tersebutlah seorang saudagar kaya di Timur Tengah. Apapun yang dijualnya, semua menjadi dinar. Kala itu, namanya begitu termahsyur hingga jazirah Arab.

Kekayaannya berlimpah ruah. Ia hidup berkecukupan. Sampai satu hari, ia merasa benar benar bosan menjadi orang kaya.

Bahkan, saudagar kaya ini ingin sengaja jatuh miskin. Benar benar ingin hidup melarat layaknya orang orang yang tak mampu dan hidup di bawah garis kemiskinan.

Dari hari ke hari, niatnya semakin bulat untuk miskin. Berbagai upaya terus dilakukannya.

Mulai menjual harta, tak mengurusi bisnis perdagangannya, sampai benar benar menjadi pengangguran yang hakiki.

Hari hari saudagar ini dilalui bak orang pemalas. Hanya di rumah saja dan tau mau berusaha.

Saking mau miskin, saudagar ini membiarkan pohon kurma-nya terbengkalai. Jadilah pohon kurma itu layu dengan buahnya jatuh dalam keadaan membusuk.

Semua buah kurma yang busuk itu, dijual juga oleh saudagar itu ke pasar. Tujuannya agar orang orang tak mau membeli dan tak mau lau berdagang dengan dirinya.

Kalau itu terjadi, tentu saja, pikir saudagar itu, ia akan miskin karena kehilangan pelanggan.

Tetapi Allah berkehendak lain.

Di tempat lain, ada hama penyakit melanda. Semua warganya menderita penyakit tersebut.

Entah dari mana informasi didapat warga, tiba-tiba warga mencari kurma busuk sebagai obat penyakit yang mereka derita.

Mendengar ada saudagar yang menjual kurma busuk, warga berbondong bondong membeli kurma itu hingga semuanya habis terjual.

“Malang” bagi saudagar itu. Berharap buntung, ia malah untung besar.

Seluruh buah busuk di kebun kurmanya laris manis dibeli orang. Akibatnya, saudagar itu kembali kaya raya.

Saat inilah dia akhirnya menyerah dan mengakui kekuasaan Allah SWT.

Bagaimanapun, kaya itu takdir. Dan kalau Allah sudah berkehendak, tak ada yang bisa menghalanginya.

Saudagar itu akhirnya menjadi muslim yang taat dan pandai bersukur.(nas)

* Ayah Guru, Syekh Tasawuf di Surau Lubuk Minturun Padang Sumatera Barat. Cerita ini disarikannya dari cerita negeri Timur Tengah.

Sumber : Jambiseru.com

No More Posts Available.

No more pages to load.