Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Puisi M Yusuf Asni : Merdeka

puisi ilustrasi
puisi ilustrasi


Merdeka, ialah hak segala bangsa, sakral

MUKADDIMAH PERJANJIAN BERBANGSA

KATA KUNCI HAK MANUSIAWI, ADAKAH

MAMPU MENUMPAS TINDAS MENINDAS SESAMA ?!


MERDEKA ADALAH, GEMPITA

JERITAN,

PERANG,

DERITA,

MUNCRATKAN DARAH,

GENANGKAN AIR MATA,

DIBALUR TABUR BUNGA PUSARA,

BENTANGAN KANVAS

PADUAN WARNA

LUKISAN ANAK NEGERI.


MERDEKA ADALAH

MEMERINTAH SENDIRI

DIPERINTAH SENDIRI

MENGHUKUM SENDIRI

DIHUKUM SENDIRI

PERATURAN SENDIRI

SENDIRI?!?

SENDIRI

MERDEKA SENDIRI.


Mendahara, awal Januari 2000


Mesiu


Tarian asap mesiu

Kembang di padang perburuan

Membungkus kota penuh kancah

Darah dan air mata

di atas borok yang menganga.

Membenam putra bunda

yang terenggut tali kasih

atar sesama.

Tak mesti,

mereguk darah sendiri

demi ambisi.

Tak mesti,

mengganti bendera

demi sepiring nasi.

Tak mesti,

membumi hanguskan persada

yang sedang berduka.

Asap mesiu

merayap ke lembar sejarah

mencencang peta

mengepul di ubun jelata

kembang bencana.

Asap mesiu mengepul di pedupaan

jadi kafan sang Durja.


Jambi, Medio 2002


M Yusuf Asni, Tokoh tua yang menekuni dunia kepenyairan ini berdomisili di sebuah desa di kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dari bimbingannya berlahiran banyak penyair-penyair muda yang berpotensi di provinsi Jambi. Beberapa buku antologi puisinya seringkali menghiasi etalase toko di kota ini.

Tayang di angsoduo.net pada 11 April 2005